Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 22:04:38【Resep Pembaca】998 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(6)
Artikel Terkait
- Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan
- Pengunjuk rasa di London kecam pelanggaran gencatan Gaza oleh Israel
- Ratusan siswa SMK Kandeman Batang keracunan makan program MBG
- Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- BNPT: Sekolah jadi wadah pembentukan karakter bangsa cegah terorisme
- Atasi gejala angin duduk dengan tepat: Pertolongan dan pencegahannya
- Rendang, alasan HYDE balik lagi untuk konser di Jakarta!
- Literasi bisnis dinilai penting tingkatkan daya saing pelaku ekraf
- Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
Resep Populer
Rekomendasi

Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel

BGN latih 2.705 penjamah makanan di dua pulau besar di NTT

Sembilan SPPG di Bangli Bali kantongi SLHS

Pemkab Lebak percepat penurunan stunting siapkan generasi emas

Singapura tarik produk kismis usai ditemukan alergen

Festival sapi di Jember jadi solusi ketergantungan impor daging

Cara tukar tiket dan rundown konser DEADLINE BLACKPINK 2025 di Jakarta

Wakapolri: SPPG Polri harus punya menu MBG khas daerah, simbol inovasi